Link Worth Advertise On This Blog Text Link Ads KlikTukar(Dot)com - Melayani Jual Beli E-Currency
For the best view use Mozilla Firefox or Opera
Sponsors
  • Partner links


  • Powered by Forexpros.
    Archives Articles
    Categories Articles
    Link Exchange
    ---Off---
    Banner Exchange
    License

    Creative Commons License
    Tito Budiman Dot Com by Tito Budiman is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License. Based on a work at titobudiman.com.
    Permissions beyond the scope of this license may be available at http://titobudiman.com.

    Support CC - 2008

    ADA fenomena menarik setahun belakangan ini. Jejaring sosial tak hanya menemukan bentuknya pada situs web pertemanan makro seperti Friendster, Facebook, atau Blog, namun merambah pada microblogging.

    Mikrobloging sendiri, merupakan aktivitas ngeblog dengan posting-posting singkat yang tak lebih dari 140 karakter, layaknya running text. Di sana, seseorang bisa menceritakan aktivitas yang sedang dilakukan, seperti sedang berpikir apa, sedang apa, ingin apa, dan semacamnya. Oleh kontak yang lain, status plurker bisa dikomentari. Di sanalah letak jejaring sosial berada.

    Salah seorang plurker (sebutan untuk pengguna Plurk-red.) senior Bandung, Rahmadian Lestari Arbianita atau yang akrab disapa Endhoot, mendapatkan banyak pengalaman menarik seputar penggunaan Plurk. “Kalau ngeblog kan biasanya tulisan harus dalam, kalau di Plurk bisa pendek-pendek, seperti update status, hanya untuk ngasih tau,” kata Endhoot, yang mulai ngeplurk sejak Juni 2008 lalu.

    Oke, masih belum mendapatkan keasyikan Plurk? Imbalan berupa poin karma barangkali bisa membuat anda lebih termotivasi dalam aktivitas Plurk. Semakin anda aktif membuat posting dan mengomentari posting Plurk orang lain, poin karma akan semakin tinggi. Semakin tinggi karma, pengguna bisa mendapatkan pilihan karakter dan emoticon beragam pula.

    Nilai tertinggi adalah 100. Namun, ketika menginjak poin karma 81, pengguna akan mendapatkan keistimewaan memperoleh status “nirvana”. Namun hati-hati, jika pengguna lengah dan tidak membuka akun Plurk sehari saja, poin karma bisa turun dengan drastis.

    Menurut Endhoot, yang kini sudah mencapai “nirvana” dan sedang bertengger di poin 100, karma bisa naik dengan mudah di posisi awal. “Tapi semakin tinggi karma, makin susah naiknya. Kalau karma sudah di atas 90, biasanya setiap naik cuma 0,02, sedangkan kalau karma di atas 95, naiknya cuma 0,01. Tapi kalau nggak update sehari aja, turunnya lebih kejam, bisa 1,6. Rugi deh,” ucap Endhoot, yang juga dijuluki sebagai Bunda plurker ini.

    Plurk lebih unik

    Menurut Rendy Maulana, fenomena menemukan jejaring sosial lewat microblogging sebenarnya sudah merebak sejak munculnya Kronologis. “Waktu itu temen saya yang bikin, namanya Kukuh, sekitar 2005. Tapi untuk branding, namanya diganti jadi Kronologger sejak 2007. Member-nya sekarang lebih dari 6.000 orang. Dan itu jumlah yang banyak untuk microblogging lokal,” kata Rendy.

    Rendy yang juga merupakan seorang plurker, mengatakan bahwa salah satu keunggulan yang membuat Plurk makin populer adalah fungsinya yang juga bisa digunakan sebagai media chatting. Popularitas Kronologger dan Plurk juga diakui Ikhlasul Amal. “Fiturnya Kronologger hampir sama dengan Plurk. Tapi, memang Plurk lebih unik,” kata Ikhlas. Plurk sendiri, mulai muncul pada Mei 2008.

    “Kalau di Plurk, layout-nya horizontal, dan itu terobosan. Orang sekarang kan sudah lupa dengan layout seperti itu,” kata Ikhlas. Selain itu, ada beberapa keunggulan fitur Plurk jika dibandingkan dengan microblogging sejenis, seperti Twitter atau Kronologger. Misalnya tampilan unik berbentuk garis waktu grafis dan personalisasi tampilan.

    Sayangnya, popularitas yang semakin muncul pada microblogging seperti Plurk, tidak diimbangi dengan popularitas penggunanya terhadap blog. Setidaknya, hal itu diakui Ikhlas. “Media blog memang diciptakan untuk orang-orang yang suka menulis. Harusnya kan kalau seseorang meng-update status di Plurk, terus diikuti oleh postingan yang lebih panjang dalam bentuk blog. Tapi ini tidak, sekarang banyak orang yang sudah mulai malas ngeblog karena lebih menemukan banyak kemudahan dan lebih simpel di Plurk,” kata Ikhlas. (Endah Asih/”PR”)***

    (Sumber: Pikiran Rakyat/Rabu, 29 Januari 2009)

    Popularity: 1% [?]

    12 Responses to “Habis “Ngeblog” Terbitlah “Ngeplurk””

    Leave a Reply

    One Click Select Smiley

     

    Tito Budiman Dot Com
    Support with Mobile Phone
    Sponsors
  • Partner links

  • Search in Blogs
    Translate Pages

    Donation

    Langganan Artikel


    Berlangganan Artikel Via Email:

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Tingkatkan Traffic

    Tingkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas. Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! Klik Disini-1 dan Disini-2

    Follower

    Chat Box
    Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Business Blogs - BlogCatalog Blog Directory Personal TopOfBlogs