Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang-bincang melalui Yahoo Messenger (YM) dengan teman lama terkait dengan bisnisan yang dia geluti. Beberapa pertanyaan seputar bisnis yang dihadapi muncul, termasuk pendapatan yang telah dihasilkannya. Sambil bertukar informasi tentang website masing-masing, maka kita saling mengunjungi website. Pertama saya mengunjungi website yang ditunjukkan olehnya, lumayan juga penghasilan untuk usaha yang baru diikuti beberapa bulan ke belakang.
Tiba giliran saya memberikan informasi tentang alamat weblog yang baru saya buat dalam satu menit ini. Selang beberapa menit, teman saya begitu kaget dengan nominal yang tertera disitu. Namun, sedikit kritikan yang masuk bahwa weblognya kurang enak dibaca dan susunan katanya kurang baik (waduh !), maklum saja dia seorang penulis di berbagai media. Mungkin dengan kebiasaan menulisnya sehingga begitu jeli dalam membaca setiap kalimat yang saya tulis.
Sehingga, sedikit saya jelaskan bahwa weblog ini merupakan tulisan pribadi, lebih bersifat non formal. Berbeda dengan weblog milik perusahaan tertentu yang harus benar dalam setiap susunan kata dan kalimatnya. Mungkin bahasa yang digunakan haruslah sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Kira-kira sekarang namanya sudah berubah tidak ya, barangkali sudah jadi EYE (Ejaan Yang di Eja-maksa!
) Harap maklum saja mata kuliah bahasa Indonesia saya ga bagus-bagus amat, sudah lulus juga merupakan keuntungan terbesar (jadi teringat artikel tentang Ibu Menteri Keuangan yang nilai mata kuliah Akuntansi nya 6,5 tapi bisa jadi menteri hehe…) ayo artikel milik siapa?.
Saya jadi sempat kepikiran tentang review yang pernah diprotes sama pemiliknya, kalau bahasanya not readable (halah!). Sehingga saya perbaiki lagi walaupun masih belepotan karena menggunakan bahasa Inggris. Akhirnya advertiser memahami bahwa weblog tersebut berbasis bahasa Indonesia, dan dia memaklumi tidak melihat sebelumnya. Karena domain name yang saya gunakan berbahasa Inggris, sementara postingan kebanyakan bahasa Indonesia (hehe… pengalaman yang menyesakkan
).
Satu hal yang kita petik dari bincang-bincang santai tersebut, bagi saya pribadi mungkin akan sedikit belajar kembali mengenai penulisan yang baik dan benar atau benar dulu baru baik atau sebaliknya (pusing kan?). Pada dasarnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan hal tersebut, namun setelah melakukan penelaahan (kaya ilmuwan) secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, maka perlu perbaikan penulisan kedepannya. Itu juga kalau mood lagi bagus, mungkin akan mengalir dengan sendirinya. Tapi saya tidak janji, seperti saya sebutkan di awal bahwa saya ingin menulis dengan ringan, lepas dan bebas. Terlepas dari EYD atau tidak menurut saya yang penting masih bisa dimengerti dan dipahami, betul kan? (semoga anda semua tidak setuju!
).
By the way, daripada tulisan saya tambah ngaco. Lebih baik saya akhiri dulu tulisan ini. Oya, hikmah yang mungkin bisa didapat, teman saya nampaknya ingin ikut ambil bagian dalam program review. Sekarang saya sedikit Bantu-bantu untuk edit blognya dia (dikit aja ya jangan banyak-banyak, saya juga sibuk). Namun pesan saya untuk menjadikan siap tempur di dunia review (udah kaya militer aja) perlu sedikit kerja keras dalam membangun weblog dan tidak pernah menyerah sebelum weblog mulai di perhitungan oleh paman tercinta “google”. Perlu waktu kurang lebih tiga bulan untuk mematangkan weblog sehingga bisa bersaing secara sehat dengan publisher yang lain. Seperti yang saya bilang “From Zero to Hero” (padahal saya ga ngerti artinya
).
Terakhir, kemarin saya sempat chat juga dengan sodara untuk melihat weblog ini. Sepertinya kesulitan dalam akses, katanya terlalu berat untuk bisa dibuka. Mungkin kebanyakan gambar yang besar-besar, sehingga akan saya hapus semua gambar yang ga perlu. Kemungkinan kapasitasnya akan saya perkecil agar akses weblog ini tidak begitu lambat. Tapi jangan khawatir banner milik teman-teman semua tidak akan saya buang, makanya bikin kecil kapasitanya ya.
Sampai jumpa pada Intermezo berikutnya. [*]
Popularity: 2% [?]



















ikut nimbrung….
Kalau saya yang penting blog saya jadikan sarana belajar untuk menulis. Makanya isinya ya amburadul secara saya bukan penulis. Tapi kata orang bukankah untuk menjadi lebih baik, kita perlu belajar, perlu mendengar kritikan dari orang lain. Maka dari itu saya pd aja promosiin blog yang isinya ga karuan & kurang bisa dimengerti.
Nah…mas tito jangan lupa selalu kasih kritikan membangun untuk blog saya ya! Makasih!
mgyp’s last blog post..Penampilan Lebih Segar
[Reply]
waduh…pa lagi blog ku….ya, jauh dari EYD yg bner..tapi tiukan ekspresi, udahlah mas ga usah kelewat dipersoalkan….yg penting blogging trussssssss…hueheheh. Eh…jd ga PDKT ma balita nya…xixixixixi
sarah’s last blog post..RESEP MENJADI MANUSIA WAJIB
[Reply]
blog aq EYD gak siy hihihi….
kayaknya aq asal nulis deh hiks…
[Reply]
EYD? Eh.. Ya Ding .
[Reply]
wah, saya ga mikir yang gituan mas
asal bisa dibaca dan dipahami itu sudah cukup..
*tampang hemat*
Paman Gober Ikut Pemilu 2009’s last blog post..Memanfatkan Web 2.0 Untuk SEO
[Reply]
Wah kalo Blog sampai perlu mengunakan Bahasa dengan EYD ejaan yang disempurnakan… Kaya’nya banyak yg ga blogging lagi mas… Salah satu cirinya Blog yah bahasa semau Bloggernya dan betul kata mba’ sarah blog itu bs mewakili ekspresi. hanya saja yang perlu digaris bawahi yang penting bahasanya enak untuk didengar dan mudah dimengerti… maksudnya biar pengunjung bs ngerti ekspresi pemiliknya gt.. ok bro… Good Post
AL’s last blog post..Modifikasi Themes WordPress
[Reply]
Menurut saya dari dahulu bahasa selalu berkembang. Toh juga nantinya EYD yang harus menyesuaikan dengan bahasa yang berkembang itu
Bajak Laut’s last blog post..Tips Wawancara Kerja
[Reply]
hehe.. saya setuju kalo weblog pribadi itu gaya bahasanya bisa terserah sang blogger, ya namanya juga blog pribadi
untuk itu mungkin perlu kali ya ditambahkan sedikit informasi di bagian depan blog, jadi pengunjung bisa dapat gambaran sedikit sebelum mulai baca-baca, ini konten serius atau ngga.
kecuali blog yg sudah kita kenal baik tentunya ngga ada masalah..
[Reply]
waduh…apalagi blog saya….ya, jauh dari EYD yg benar.. .yg penting blogging trussssssss…qe.,qe.q,e.q,eq.e,
[Reply]
sepertinya cukup perlu lho mas nulis sesuai eyd,apalagi saat ini google menyertakan penerjemah pada hasil pencariannya,walaupun saya sendiri juga blm bisa seformal itu. salam kenal mas
[Reply]
wah sejujurnya baru kali ini sy mendengar yg ada mempertanyakan apakah bahasa yg kita pakai itu eyd atau tidak. Bukankah blog itu cenderung pribadi. jadi yah beba aja bahaa yg dipakai…selama komuikatif
[Reply]
ya suka-suka saja mas sama yang ngeblog
byme
[Reply]
kali, kitanya aja yang jarang berbicara bahasa indonesia yang baku
makanya jadi gak biasa.. asal jangan nulis disingkat aja, lagian ini ngetik di blog bukan ngetik sms 
.-= Hiro PF´s last blog ..Sistem Perumahsakitan Indonesia (1) =-.
[Reply]